Bersih Sampah Sejak Hulu

bebersihpuncakHari itu saya menyaksikan betul bagaimana puluhan karung sampah berhasil dikumpulkan warga tak kurang dari satu jam. Puluhan karung sampah yang dikumpulkan warga dan relawan pada kegiatan Bebersih Hulu Ciliwung, Minggu (21/2) di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua-Bogor. Kegiatan ini mereka laksanakan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, sekaligus agenda mulung sampah bulanan Konsorsium Penyelamatan Puncak. Kegiatan ini diikuti relawan dari Jakarta, Bogor, Depok, Cianjur dan sekitarnya.

Tiga titik Sampah yang dituju langsung habis ‘diserbu’ relawan yang terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Sampah yang dikumpulkan adalah sampah plastik dan non organik, sebanyak 150 karung sampah yang disediakan Konsorsium Penyelamatan Puncak nyaris terisi penuh.

“Terima kasih kepada Konsorsium Penyelamatan Puncak dan relawan yang telah memberikan contoh bebersih kepada warga kami. Apalagi ini dengan melibatkan anak-anak yang tentunya membuat para orang tua malu, yang kecil dan orang luar saja yang mau membersihkan sampah”, ungkap Cacu, Ketua RT 02/06 Kampung Cibulao.

Cacu dan warga Cibulao juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran armada untuk mengangkut sampah dari UPT KS III Ciawi pada kegiatan Bebersih Hulu Ciliwung ini. Bagi warga Cibulao ini menjadi momen penting karena selama ini mereka yang tinggal diantara perkebunan teh PT Ciliwung (Sumber Sari Bumi Pakuan), hampir 20 tahun lebih tidak menikmati pengangkutan sampah.

“Ini gerakan yang bagus, secara pribadi saya mendukung inisiatif ini. Mari sama-sama bergerak, saling mendukung. Terkait pengangkutan sampah memang harus dipahami ada keterbatasan yang harus dilayani UPT Ciawi, terang Sofyan dari UPT KS III Ciawi

Kampung Cibulao adalah satu dari ratusan kampung, yang ada di kawasan Puncak, Bogor. Kampung Cibulao terletak di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Profil umum warga kampung ini adalah buruh pemetik dan pengupas teh untuk PT Ciliwung yang berlokasi di Desa Tugu Utara. Hadirnya Kelompok Tani Hutan (KTH) di kampung ini merupakan upaya peningkatkan ekonomi dengan mengelola track sepeda, selain menanam tanaman kopi.

Sementara itu Ernan Rustiadi, Koordinator Konsorsium Penyelamatan Puncak menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan Bebersih Hulu Ciliwung karena niat bersama untuk memperbaiki kawasan Puncak, meski sampah yang terkumpul hanya sebagian kecil.

“Masyarakat dari hulu hingga hilir harus dirangkul dan menjadi pelaku-pelaku utama, tidak sekedar disalah-salahkan. Mustahil bermimpi Ciliwung bersih jika gagal menangani persoalan-persoalan di hulu sungainya, termasuk persoalan dasar masyarakatnya yang butuh kesejahteraan dan keadilan,” terangnya.

Perkembangan kawasan puncak dan hulu sungai Ciliwung sebagai tujuan wisata selama ini tidak diimbangi dengan tata kelola sampah yang memadai. Konsorsium penyelamatan kawasan puncak (save puncak) hadir sebagai gerakan untuk mengisi pendekatan pembangunan yang bias pendekatan fisik dan top down dalam penanganan masalah lingkungan sungai ciliwung, yaitu dengan mengedapankan pemberdayaan masyarakat sekitar sungai.

Dukungan Konsorsium untuk bergerak bersama warga tak hanya pada kegiatan ‘Bebersih Hulu Ciliwung’ semata. Kegiatan lain juga akan diteruskan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) CIbulao Hijau, Kelompok Pemuda Lingkungan (KPL) Cibulao dan Klub Sepak Bola Putra Kencana Cibulao.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s